Tekan Angka Stunting di Kukar, DPPKB Lakukan Pendampingan Kepada Keluarga
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Sebagai
upaya menurunkan angka stunting di Kukar, Dinas Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana (DPPKB) Kukar terus melakukan pendampingan kepada keluarga
yang beresiko maupun terkonfirmasi stunting.
Sekretaris DPPKB Kukar Mastukhah
mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK)
yang terdiri dari tenaga kesehatan, PKK, kader KB. Ada beberapa sasaran yang
menjadi pendampingan tersebut diantaranya calon pasangan suami - istri, ibu
hamil, balita hingga pasca bersalin.
"Kita lakukan pendampingan
sejak awal, petugas mendatangi sasaran target dan memastikan data keluarga yang
berisiko stunting kemudian dilaporkan melalui elektronik siap nikah dan hamil
(Elsimil)," kata Mastukhah pada media, Jum'at (29/3/2024).
Hal ini merupakan upaya pemerintah
daerah, agar tidak terjadi kasus stunting. Selain itu, dalam menangani kasus
stunting para pejabat diwajibkan merawat anak yang telah dinyatakan positif
stunting hingga tuntas.
"Atau menjadi bapak ibu asuh
dari anak stunting tersebut," ujarnya.
Berdasarkan data Survei Kesehatan
Indonesia (SKI) Pravelensi stunting nasional pada 2022 lalu 21,5 persen, namun
pada 2023 mengalami penurunan hanya 0,1 persen. Sedangkan pravalensi stunting
di Kaltim pada 2023 mencapai 22,9 persen.
"Namun untuk pravalensi
stunting di Kukar pada 2022 lalu sekitar 27,1 persen, sedangkan pada 2023 belum
bisa dilihat," ungkapnya.
Dirinya berharap, dengan berbagai upaya tersebut dapat menekan angka stunting di Kukar, bahkan tak ada lagi anak anak Kukar alami stunting.
"Kami berharap, semua pihak
bisa terlibat dalam menangani stunting. Sehingga bisa mencapai target 14 persen
sama dengan target nasional," pungkasnya. (adv/riz)